Serang, (Infoparlemen.co.id) – Pemerintah Kota Serang telah berhasil melakukan Integrasi Layanan Primer (ILP). Program ini meliputi peningkatan dalam imunisasi dasar rutin yang kini mencakup 14 macam penyakit prioritas, yang dikelola dari tingkat Dinkes hingga Kelurahan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Integrasi dalam imunisasi dasar rutin dari 11 macam menjadi 14, kemudian 14 screening penyakit prioritas semua terintegrasi dari Dinkes ke Kecamatan sampai Kelurahan,” ungkapnya Yedi Rahmat, di Ballroom Hotel Le Dian. (16/7).

“Seperti yang di ucapkan Ibu Direktur yaitu berterimakasih atas layanan kesehatan yang sudah dilakukan Kota Serang, dan kita tinggal perbaiki data-datanya,” tutup

Kepala Dinkes Kota Serang, A. Hasanuddin, menambahkan bahwa ILP bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri, dan berkeadilan, sejalan dengan visi Presiden. Salah satu inisiatif terdepan adalah pekan imunisasi nasional untuk vaksin polio, dengan target 102.000 anak balita di Kota Serang.

“Sesuai dari visi pak Presiden yaitu mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri dan berkeadilan. Dengan outcame meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dan keluarga berencana yang reproduktif, perbaikan gizi masyarakat, memperbaiki pengendalian penyakit, gerakan masyarakat sehat, memperkuat sistem kesehatan dan pengendalian obat dan makanan,” imbuhnya.

“Kita menargetkan 102.000 anak balita 0-7 tahun bakal diimunisasi polio, jadi semuanya tolong bantu nih,” tambah Hasanuddin.

Hasanuddin juga berencana untuk melibatkan sekolah, PAUD, mal, stasiun, terminal, dan kampung-kampung dalam upaya penyebaran vaksin.

“Dan saya pengen mengajak guru, kan nanti anak sekolah dari kelas 1 itu masih berumur 6 atau 7 tahun, PAUD juga agar ditetes vaksin. Di mall saya juga ingin buka tempat pengetesan vaksin untuk ibu-ibu yang membawa anaknya, stasiun, terminal bahkan nanti sweeping ke kampung-kampung,” pungkasnya.

Informasi tambahan acara dihadiri oleh Pj Walikota Serang Yedi Rahmat, Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji, Dr. Then Suyanti M.M dari Direktur Tata Kelola Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI. (Rey/Heri)