Banten, (infoparlemen.co.id) – RSUD Banten terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam sistem rujukan pra-rumah sakit. Salah satu langkah nyatanya adalah mengadakan pelatihan khusus bagi para driver ambulans di wilayah Banten. Acara ini berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Rajawali. (12/3/2025)
Sebagai rumah sakit rujukan utama di Provinsi Banten, RSUD Banten sering menerima pasien dari berbagai daerah. Dalam kondisi gawat darurat, ambulans bukan sekadar kendaraan pengantar pasien, tapi juga bagian dari sistem penyelamatan nyawa. Karena itu, driver ambulans punya peran penting untuk memastikan pasien mendapatkan pertolongan terbaik sebelum tiba di rumah sakit.
Direktur RSUD Banten, Dr. Danang Hamsah Nugroho, M.Kes, menegaskan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Banten.
“Banyak orang mengira tugas driver ambulans hanya sebatas nyetir dan bawa pasien ke rumah sakit secepat mungkin. Padahal, mereka juga harus bisa membaca kondisi pasien, mengambil keputusan yang tepat, dan berkoordinasi dengan tenaga medis agar pasien bisa mendapatkan perawatan yang terbaik. Kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal,” kata Dr. Danang.
Menurutnya, driver ambulans adalah bagian dari tim medis yang punya andil besar dalam keselamatan pasien.
“Kami ingin mengubah mindset bahwa mereka hanya sekadar sopir. Mereka adalah garda terdepan dalam layanan darurat, dan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi situasi kritis di lapangan,” tambahnya.
Dr. Danang menegaskan bahwa pelatihan ini mencakup berbagai aspek penting, seperti teknik mengemudi dalam kondisi darurat, cara berkomunikasi dengan tim medis, serta teknik dasar penanganan pasien sebelum sampai ke rumah sakit. program ini akan menjadi agenda rutin RSUD Banten demi meningkatkan layanan kesehatan di setiap wilayah.
“Ke depan, kami ingin pelatihan ini semakin lengkap, mungkin dengan simulasi keadaan darurat yang lebih kompleks. Tujuannya satu, memastikan pasien mendapat penanganan yang lebih baik sejak dari ambulans,” jelasnya.
“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para driver ambulans semakin siap dan terampil dalam menangani kondisi darurat. Selain meningkatkan keselamatan pasien, ini juga akan berdampak positif pada kualitas layanan kesehatan di Banten,”pungkasnya. (ADV)


