Yogyakarta, 13 Januari 2026 (infoparlemen.co.id) – Sebanyak 105 mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Universitas Serang Raya (FTI UNSERA) mengikuti seminar mendalam tentang keamanan siber dalam kunjungan mereka ke Universitas Islam Indonesia (UII) pada Selasa (13/1). Kegiatan ini merupakan bagian integral dari Company and Campus Visit (CCV) 2026 yang bertujuan mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan keamanan digital di era Internet of Things (IoT) yang semakin kompleks.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kunjungan ini dirancang untuk memberikan pemahaman strategis mengenai risiko dan mitigasi keamanan pada sistem terhubung, sekaligus memperkenalkan pendekatan security by design yang esensial bagi calon profesional IT. Rombongan didampingi oleh sembilan mentor, termasuk Ketua Panitia CCV Riyan Naufal Hay’s, dan diterima secara resmi oleh pimpinan UII.

Dalam sambutan pembukaannya, Assoc. Prof. Sumiati, ST., M.M., Ph.D., Dekan FTI UNSERA, menekankan pentingnya kolaborasi akademik dalam menghadapi tantangan keamanan digital. “Kunjungan hari ini bukan sekadar agenda studi lapangan, melainkan langkah strategis untuk membangun aliansi pengetahuan antara UNSERA dan UII. Keamanan siber adalah fondasi dari transformasi digital, dan melalui kerja sama ini, kami berkomitmen untuk menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya terampil secara teknis tetapi juga memiliki kesadaran keamanan yang tinggi,” ujarnya.

Dr. Ir. H. Teduh Dirgahayu, ST., M.Sc., perwakilan dari UII, dalam sambutan balasannya menyatakan apresiasi atas kunjungan ini. “Kami menyambut hangat mahasiswa dan pimpinan FTI UNSERA. UII memiliki komitmen kuat dalam pengembangan teknologi yang aman dan beretika. Diskusi hari ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas, baik dalam penelitian, pengembangan kurikulum, maupun program pengabdian masyarakat di bidang keamanan siber dan IoT,” tuturnya.

Setelah sesi sambutan, mahasiswa mengikuti seminar bertajuk “Tren dan Tantangan Keamanan IoT” yang langsung dibawakan oleh pakar keamanan siber Taufiq Hidayat, S.T., MCS., Ph.D. Dalam paparannya, Dr. Taufiq menguraikan arsitektur IoT dan titik-titik kerentanan kritis, mulai dari perangkat edge, jaringan komunikasi, hingga platform cloud. Beliau juga menyajikan studi kasus nyata dari implementasi IoT di sektor smart city, kesehatan digital, dan industri 4.0, yang menekankan pentingnya integrasi aspek keamanan sejak fase perancangan sistem.

Sumiati menilai materi ini sangat relevan dengan perkembangan kurikulum. “Pemaparan dari Dr. Taufiq tidak hanya teknis, tetapi juga visioner. Mahasiswa diajak untuk berpikir proaktif dalam mengantisipasi ancaman siber, yang merupakan kompetensi kunci di era transformasi digital,” ungkapnya.

Riyan Naufal Hay’s, menambahkan bahwa seminar ini memperkaya perspektif mahasiswa secara holistik. “Setelah hari sebelumnya mempelajari inovasi seperti Deep Learning dan pengembangan perangkat lunak, hari ini mereka memahami sisi pertahanannya. Dialog antara pimpinan dari kedua institusi juga telah membuka peluang konkret untuk kerja sama akademik di masa depan,” jelasnya.

Kunjungan ke UII ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kapasitas mahasiswa UNSERA dalam merancang dan mengelola sistem teknologi masa depan yang tidak hanya cerdas dan efisien, tetapi juga aman dan resilient terhadap ancaman siber yang terus berkembang, sekaligus memperkuat jembatan kolaborasi antara kedua institusi pendidikan.