‎Serang, (infoparlemen.co.id) – Seorang pelajar SMK bernama Arga (17) mengalami kondisi kritis dan kini dirawat intensif di ruang ICU RSUD Banten setelah diduga dianiaya oleh oknum anggota Sabhara Polda Banten pada Minggu (23/8/2025) sekitar pukul 03.00 WIB di kawasan Cilaku, Kota Serang.

‎Arga disebut menderita luka parah di bagian kepala akibat pukulan helm dan tongkat polisi saat melintas di sekitar kawasan KP3B.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

‎Menurut orang tua korban, Benny Permadi, awalnya pihak kepolisian menyampaikan bahwa anaknya mengalami kecelakaan lalu lintas. Namun, ia mulai curiga dengan sikap aparat yang terus memantau kondisi Arga di rumah sakit.

‎“Kalau memang murni kecelakaan lalu lintas, tidak mungkin polisi menunggu sampai anak saya ditangani dokter. Saya kecewa, kalau memang anak saya salah karena pakai knalpot racing dan tidak pakai helm, seharusnya dibina atau dipanggil orang tuanya, bukan dianiaya,” ujar Benny.

‎Seorang saksi mata yang juga teman korban mengatakan, saat itu mereka berempat hendak mengambil sparepart motor dan mengisi bensin. Motor Arga mengalami gangguan lampu sehingga mereka berjalan pelan. Tiba-tiba rombongan polisi bermotor trail mengejar mereka.

‎“Kami panik karena nggak pakai helm ditambah knalpot racing. Oknum Polisi memukul kami pakai helm, saya kena di badan tapi tidak parah. Arga yang dipukul di kepala langsung pingsan jatuh dari motor, lalu masih dipukul pakai tongkat dan helm di bagian kepala. Kami siap membantu orang tua Arga buat laporan, kami juga siap jadi saksi,” ungkap saksi.



‎Sementara itu, seorang dokter RSUD Banten yang enggan disebutkan namanya menegaskan kondisi Arga sangat kritis. Dari hasil visum, bagian bawah kepala korban hancur akibat hantaman benda tumpul, sementara tengkorak bagian atas bergeser tidak normal.

‎“Kemungkinan kecil pasien bisa bertahan hidup. Kalaupun selamat, ia hampir pasti akan mengalami cacat permanen, baik secara fisik maupun fungsi otak. Kondisinya sangat berbeda dibanding anak seusianya yang sehat,” jelas dokter tersebut.

‎Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Banten belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan penganiayaan ini.