SERANG, (infoparlemen.co.id) – Anggapan bahwa keluarga berencana (KB) berarti menolak rezeki atau membatasi anugerah Tuhan masih ditemukan di tengah masyarakat. Padahal, perencanaan keluarga justru dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ibu, memastikan tumbuh kembang anak optimal, sekaligus mempersiapkan masa depan keluarga secara lebih matang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS, mengajak masyarakat melihat program KB dari perspektif yang lebih luas. KB bukan semata mata berkaitan dengan pembatasan jumlah anak, melainkan bagaimana pasangan suami istri merencanakan kehamilan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan ibu, kesiapan keluarga serta kebutuhan tumbuh kembang anak.
“KB itu bukan menolak anugerah. KB merupakan bagian dari upaya merencanakan kehadiran buah hati pada waktu yang tepat sehingga setiap anggota keluarga dapat memperoleh perhatian, kasih sayang dan pemenuhan kebutuhan yang optimal,” demikian pesan edukasi kesehatan yang disampaikan Dinas Kesehatan Provinsi Banten.
Salah satu alasan penting perencanaan kehamilan adalah memberikan kesempatan bagi tubuh ibu untuk memulihkan diri setelah persalinan.
Kehamilan dan persalinan membutuhkan kondisi fisik serta mental yang prima. Karena itu, jarak kehamilan yang terencana memberikan kesempatan bagi ibu untuk memulihkan kesehatan, mengembalikan energi dan mempersiapkan diri menghadapi kehamilan berikutnya.
Kondisi ibu yang sehat menjadi salah satu fondasi penting bagi terbentuknya keluarga yang sehat. Ketika ibu memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan memulihkan kondisi tubuh, kemampuan dalam merawat anak dan menjalankan aktivitas keluarga juga dapat lebih optimal.
Dalam konteks tersebut, KB tidak semestinya dipahami sebagai keputusan yang hanya berkaitan dengan jumlah anak. Lebih jauh, KB merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan reproduksi dan kualitas kehidupan keluarga.
Perencanaan jarak kelahiran juga memberikan ruang bagi orang tua untuk memberikan perhatian lebih optimal kepada anak.
Masa awal kehidupan merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemenuhan kebutuhan gizi, pemberian ASI, imunisasi, pemeriksaan kesehatan, stimulasi tumbuh kembang serta pengasuhan membutuhkan perhatian orang tua secara berkelanjutan.
Dengan jarak kelahiran yang direncanakan, orang tua memiliki kesempatan lebih besar untuk fokus memenuhi kebutuhan anak yang sedang berada dalam fase pertumbuhan.
Hal ini juga berkaitan dengan upaya pencegahan masalah gizi dan gangguan tumbuh kembang, termasuk stunting.
Anak yang tumbuh dalam keluarga yang memiliki kesiapan kesehatan, pengasuhan dan pemenuhan gizi diharapkan memiliki kesempatan lebih baik untuk tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.
Perencanaan keluarga juga bukan semata-mata tanggung jawab perempuan.
Suami memiliki peran penting dalam menentukan keputusan bersama mengenai kehamilan, jumlah anak dan jarak kelahiran. Perencanaan yang dilakukan secara bersama dapat membantu pasangan menyiapkan aspek kesehatan, pengasuhan maupun ekonomi keluarga.
Beban pengasuhan dan kebutuhan keluarga juga dapat dipersiapkan dengan lebih matang ketika pasangan memiliki perencanaan yang jelas.
Karena itu, KB idealnya dipandang sebagai bentuk kerja sama suami dan istri dalam membangun keluarga yang sehat dan sejahtera.
Lebih jauh, keluarga berencana berkaitan erat dengan kesiapan menghadapi masa depan.
Setiap anak membutuhkan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, mulai dari makanan bergizi, pelayanan kesehatan, pendidikan, tempat tinggal yang layak hingga dukungan emosional dari orang tua.
Perencanaan keluarga memberikan kesempatan kepada pasangan untuk menghitung kemampuan dan mempersiapkan berbagai kebutuhan tersebut secara bertahap.
Keluarga yang memiliki perencanaan lebih baik diharapkan dapat menciptakan lingkungan tumbuh yang aman, sehat dan mendukung anak dalam mengembangkan potensi serta mengejar cita citanya.
Dengan demikian, KB bukan hanya berbicara mengenai hari ini, tetapi juga tentang bagaimana orang tua menyiapkan masa depan anak anak mereka.
Masyarakat Banten Diminta Konsultasi dengan Tenaga Kesehatan
Dinas Kesehatan Provinsi Banten juga mengingatkan masyarakat agar tidak menentukan metode KB berdasarkan informasi yang belum tentu benar.
Setiap pasangan memiliki kondisi kesehatan dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pemilihan metode kontrasepsi sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional agar dapat disesuaikan dengan kondisi masing masing
Layanan KB dapat diakses masyarakat melalui fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas di berbagai wilayah Banten, sesuai dengan ketentuan program pelayanan yang berlaku.
Masyarakat juga diimbau tidak ragu menyampaikan pertanyaan maupun kekhawatiran kepada tenaga kesehatan. Konsultasi mengenai kesehatan reproduksi merupakan bagian dari pelayanan kesehatan yang membutuhkan komunikasi terbuka dan tetap menjaga privasi pasien.
Dari perspektif kesehatan masyarakat, perencanaan keluarga pada akhirnya bukan hanya tentang kapan memiliki anak, tetapi bagaimana memastikan ibu tetap sehat, anak mendapatkan pengasuhan dan gizi yang memadai, serta keluarga mempunyai kesiapan menghadapi kebutuhan kehidupan.
Pesan yang ingin dibangun Dinas Kesehatan Provinsi Banten adalah bahwa keputusan merencanakan kehamilan tidak perlu dipertentangkan dengan keyakinan bahwa anak merupakan anugerah.
Anak tetap merupakan anugerah. Namun, menghadirkan anak dengan kesiapan kesehatan, pengasuhan, ekonomi dan mental yang lebih baik merupakan bagian dari tanggung jawab orang tua.
Karena itu, masyarakat Banten diajak menjadikan KB sebagai bagian dari cinta kepada ibu, cinta kepada anak, cinta kepada pasangan dan cinta terhadap masa depan keluarga.
“Anak adalah anugerah yang indah. Tetapi anak yang direncanakan dengan penuh kasih dan persiapan yang matang adalah anugerah yang lebih indah dan berkah,” menjadi pesan yang relevan untuk terus disampaikan dalam membangun keluarga Banten yang sehat dan berkualitas.
KB bukan tentang menolak rezeki. KB adalah tentang mempersiapkan keluarga agar mampu menerima, merawat dan membesarkan setiap anugerah dengan sebaik baiknya. ( Adv)


