Press Release
No. 481/1075-RLS.ADPIM/IX/2026
*Kolaborasi Pemprov Banten, Polisi, dan Industri Buka Jalan Generasi Muda Tembus Dunia Kerja*
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus memperkuat kolaborasi dengan pihak kepolisian dan dunia usaha untuk menekan angka pengangguran. Sinergi ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) Polda Banten dan PT Gyokai Indonesia Kompeten di SMK Gyokai, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, yang hadir mewakili Gubernur Banten Andra Soni. Membacakan sambutan tertulis Gubernur Banten, Deden Apriandhi menekankan bahwa tenaga kerja yang terampil, kompeten, dan unggul merupakan kebutuhan mutlak bagi dunia industri saat ini. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci utama.
”Pemprov Banten optimistis, kolaborasi yang kuat mampu membangun sumber daya manusia (SDM) unggul yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga berdampak langsung pada menurunnya angka pengangguran,” ungkap Andra Soni dalam sambutan tertulisnya.
Selain dengan Poliran, acara tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan PKS penyelenggaraan pemagangan antara PT Gyokai Indonesia Kompeten dengan PT Sungshin Best Indonesia dan PT Tirta Intimizu Nusantara.
Gubernur menilai, pelatihan vokasi memiliki posisi strategis sebagai jembatan yang mempertemukan kebutuhan dunia industri dengan potensi pencari kerja. Ia juga mengapresiasi PT Gyokai Indonesia Kompeten yang dinilai telah berkontribusi membangun ekosistem SDM berdaya saing di Banten melalui pelatihan, sertifikasi, hingga penempatan kerja.
”Kami berharap sinergi antara lembaga pelatihan kerja, pemerintah daerah, serta dunia usaha dan industri dapat terus diperkuat. Melalui vokasi, akan semakin banyak tenaga kerja yang memperoleh sertifikat kompetensi dan diantarkan memasuki dunia kerja. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” terangnya.
Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengky menyatakan bahwa pengangguran merupakan tantangan yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Menurutnya, masalah pengangguran tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Hal inilah yang mendorong Polda Banten hadir melalui program Poliran.
”Masih banyak anak muda yang memiliki semangat dan potensi, namun belum memperoleh keterampilan dan akses yang memadai ke dunia kerja. Melalui Poliran, kami ingin membuka jalan bagi mereka agar memiliki kompetensi, karakter yang baik, serta kesempatan untuk bekerja maupun membangun usaha secara mandiri,” tegas Hengky.
Di sisi lain, CEO PT Gyokai Indonesia Kompeten Teguh Imam Pambudi memaparkan, lembaganya senantiasa berfokus pada pendidikan, pelatihan kerja, dan sertifikasi profesi. Sejak berdiri pada 2017, SMK Gyokai saat ini telah mendidik 650 siswa yang seluruhnya dibebaskan dari biaya pendidikan.
”Sementara untuk penyaluran tenaga kerja, kami mampu menempatkan lebih dari 5.000 orang per tahun. Saya optimistis penandatanganan PKS dengan Poliran Polda Banten ini akan semakin memperkuat peran kami dalam mencetak SDM sesuai standar industri,” papar Teguh.
Sebagai informasi, program Poliran Polda Banten telah berjalan sejak tahun 2023. Hingga saat ini, program inovatif tersebut telah melaksanakan enam gelombang pelatihan yang diikuti oleh total 650 peserta.


