
Banjir yang melanda Kota Cilegon pada 9 Januari 2025 telah mengakibatkan dampak signifikan di berbagai wilayah, termasuk Kecamatan Cilegon dan Cibeber. Hujan deras yang mengguyur sejak malam sebelumnya menyebabkan sungai dan saluran irigasi meluap, merendam permukiman dan jalan raya.
Ketinggian air bervariasi antara 30 cm hingga 1 meter, mengakibatkan arus lalu lintas tersendat dan sejumlah kendaraan mogok.
Meskipun bencana ini telah berlangsung beberapa hari, laporan mengenai respons pemerintah dalam memberikan bantuan kepada warga terdampak belum banyak terdengar. Minimnya anggaran penanganan bencana di Kota Cilegon menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi lambannya respons. Pada tahun 2024, anggaran kebencanaan di BPBD Cilegon hanya mencapai Rp 2 miliar, yang digunakan untuk edukasi, sosialisasi, pelatihan, dan pembelian alat penunjang kebencanaan.
Keterbatasan anggaran ini berdampak pada kurangnya peralatan penunjang bencana, seperti perahu karet, gergaji mesin, tandu, dan tenda, yang sangat dibutuhkan dalam situasi darurat seperti banjir. Selain itu, alokasi anggaran untuk bantuan krisis air di APBD Perubahan hanya sebesar Rp 65 juta, jauh dari kebutuhan ideal sebesar Rp 2,6 miliar.
Situasi ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana alam. Pemerintah perlu meningkatkan alokasi anggaran untuk penanganan bencana dan memastikan ketersediaan peralatan yang memadai. Selain itu, koordinasi dengan berbagai instansi dan pemangku kepentingan harus ditingkatkan untuk memastikan respons yang cepat dan efektif dalam situasi darurat.
Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung hingga 17 Januari 2025. Informasi dari BMKG menunjukkan adanya potensi hujan lebat dan banjir pesisir di wilayah Banten, termasuk Kota Cilegon.
Dalam menghadapi bencana, sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting. Diharapkan pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. (Ayuni)

